Rapat Evaluasi Kasad: Hapus Budaya Membebani Junior dan Perkuat Keteladanan Kepemimpinan
Sumbawa Barat, NTB – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. memimpin Rapat Evaluasi melalui video conference (Vicon) yang diikuti oleh jajaran satuan TNI AD di seluruh Indonesia, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Komandan Kodim 1628/Sumbawa Barat Letkol Inf Rendra Agit Trisnawan bersama sejumlah perwira staf, bertempat di Ruang Vicon Kodim 1628/Sumbawa Barat, Jalan Labuhan Balad No. 03, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
Dalam arahannya, Kasad menyampaikan hasil evaluasi di lingkungan Lembaga Pendidikan (Lemdik) TNI AD yang menunjukkan masih adanya kekurangan dalam pengawasan, khususnya terkait kesehatan personel.
Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 21 personel meninggal dunia, sehingga diperlukan evaluasi dan pengendalian menyeluruh oleh para komandan satuan.
Kasad menegaskan agar setiap personel yang mengalami gangguan kesehatan segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secara cepat dan berjenjang. Kelalaian dalam pengawasan kesehatan, menurut Kasad, merupakan bentuk pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi.
Pemeriksaan kesehatan berkala, deteksi dini penyakit, serta rujukan medis harus dilaksanakan secara disiplin.
Selain itu, Kasad juga menekankan pentingnya pengawasan kebersihan lingkungan satuan, meliputi barak, MCK, dapur, rumah dinas, kantin, hingga kebersihan perorangan.
Kualitas dan kebersihan makanan prajurit turut menjadi perhatian serius pimpinan sebagai bagian dari pembinaan satuan.
Dalam bidang pembinaan tradisi satuan, Kasad menegaskan penghapusan budaya yang dinilai membebani prajurit junior, seperti kebiasaan “nebeng” saat kunjungan pimpinan.
Para senior juga diingatkan untuk menjaga kesederhanaan dalam pelaksanaan kunjungan, termasuk dalam pemilihan fasilitas penginapan dan konsumsi, sebagai wujud keteladanan kepemimpinan.
Pada kesempatan tersebut, Kasad juga menyampaikan penugasan strategis nasional berupa pembangunan jembatan, di mana TNI AD menargetkan pembangunan 7.000 titik jembatan dalam kurun waktu 18 bulan. Setiap Korem diperintahkan membentuk tim pelaksana dengan target sekitar 10 titik jembatan per bulan, disertai pengawasan ketat dan pelaporan berjenjang.
Bagi satuan yang mampu melaksanakan tugas dengan cepat, tepat waktu, dan berkualitas, akan diberikan penghargaan.
Selain itu, Kasad turut menyoroti optimalisasi konten publikasi satuan agar lebih menarik, informatif, dan berdampak positif terhadap citra TNI AD di tengah masyarakat.
Para komandan satuan kewilayahan diharapkan lebih aktif mengawasi dan mengarahkan pengelolaan media publikasi satuannya.
Rapat Evaluasi Kasad melalui Vicon tersebut berlangsung aman dan lancar, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab sebelum resmi ditutup pada pukul 13.00 WITA.
(Pendim 1628/KSB).
Komentar
Posting Komentar